UQM dan LAZISNU Kabupaten Malang Gelar Bimtek Finzisnu, Dorong Pengelolaan Keuangan Digital

Malang – Universitas Al-Qolam Malang (UQM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama. Melalui hibah aplikasi Finzisnu (Financial System LAZIS NU) kepada LAZISNU Kabupaten Malang, UQM bersama lembaga tersebut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Finzisnu yang dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Minggu (19/7/2026) di Nahdlatul Ulama Islamic School (NUIS), Pakis, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran (launching) aplikasi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kehadiran Finzisnu diharapkan menjadi solusi bagi lembaga zakat dan infak di bawah naungan NU dalam mengelola keuangan secara lebih tertib dan modern.

Implementasi Finzisnu hingga Tingkat Ranting

Bimtek Finzisnu menjadi langkah nyata penerapan aplikasi agar dapat digunakan secara optimal oleh pengurus LAZISNU di tingkat kecamatan hingga ranting. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus LAZISNU dari Kecamatan Pakis, Tumpang, Poncokusumo, dan Jabung. Masing-masing kecamatan mengirimkan tiga ranting dengan peserta yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara.

Dengan melibatkan unsur pengurus inti di setiap ranting, diharapkan pemahaman terhadap sistem pengelolaan keuangan digital dapat merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Pesan Ketua LAZISNU Kabupaten Malang

Ketua LAZISNU Kabupaten Malang, KH. Imam Masruri, menyampaikan bahwa Kabupaten Malang pernah masuk dalam enam daerah terbaik di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan program Koin NU. Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan pembenahan sistem administrasi melalui pemanfaatan teknologi.

“Kabupaten Malang pernah masuk enam terbaik se-Indonesia, terutama dalam pengelolaan Koin NU. Harapan kami, ke depan pencatatan tidak lagi dilakukan secara manual. Saat ini aplikasi masih dalam tahap penyempurnaan, sehingga apabila masih ada kekurangan tentu akan terus diperbaiki,” ujarnya.

Tujuan Ganda: Akuntabilitas dan Kaderisasi

Wakil Rektor III Universitas Al-Qolam Malang, Siti Aisyah, menjelaskan bahwa implementasi Finzisnu diharapkan mampu menjawab dua kebutuhan utama LAZISNU.

Pelaporan Keuangan yang Akuntabel

Pertama, mewujudkan sistem pelaporan keuangan yang akuntabel. Saat ini telah terdapat sembilan LAZISNU tingkat kecamatan di Kabupaten Malang, sehingga keberadaan aplikasi Finzisnu menjadi instrumen penting untuk menghadirkan pelaporan yang lebih tertib, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan.

Penguatan Kaderisasi

Kedua, memperkuat kaderisasi yang militan. Menurut Siti Aisyah, penguatan kelembagaan tidak hanya dibangun melalui sistem yang baik, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia. Untuk itu, UQM menghadirkan program Beasiswa Kader Muharrik NU sebagai bentuk dukungan dalam mencetak kader-kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan semangat pengabdian.

Menuju Tata Kelola Lembaga yang Profesional

Melalui hibah aplikasi Finzisnu yang diikuti pelaksanaan bimbingan teknis ini, seluruh pengurus LAZISNU diharapkan mampu mengimplementasikan sistem pengelolaan keuangan secara digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama UQM dan LAZISNU Kabupaten Malang dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Diposkan di Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *