Sinergi Akademik Menguat: FEBI UQM Malang dan FEBI UIN Syekh Wasil Kediri Teken PKS Usai Studi Banding

Kediri – Dosen dan mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Al-Qolam Malang (UQM) menggelar kegiatan studi banding sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan FEBI UIN Syekh Wasil Kediri. Momentum ini dinilai strategis dalam memperkuat relasi kelembagaan dan memperluas jejaring akademik antarperguruan tinggi.

Rombongan tiba di kampus UIN Syekh Wasil Kediri yang berlokasi di Jalan Sunan Ampel No. 7 pada pukul 09.00 WIB dan disambut hangat oleh jajaran dekanat FEBI setempat. Dalam sambutan pembukaan, Dekan FEBI UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. Imam Annas Mushlihin, M.H.I., memaparkan latar belakang berdirinya fakultas sejak tahun 2018, perkembangan program studi yang dikelola, serta sejumlah capaian yang telah diraih.

Dr. Imam Annas Mushlihin, M.H.I. juga menekankan arti penting hubungan silaturahmi kedua institusi. Menurutnya, banyak dosen dan tenaga pengajar di Kediri merupakan alumni Malang sehingga keterikatan emosional di antara keduanya sudah terbangun sejak lama.

“Semoga silaturahmi ini terjalin selamanya, sebab banyak dari kerabat kami, mulai dari dosen dan tenaga pengajar, yang merupakan lulusan Malang. Jadi, banyak dari kami di Kediri pernah ada di Malang, sehingga kekerabatan ini tidak jauh,” tuturnya.

Sebagai balasan, Dekan FEBI Universitas Al Qolam Malang, Dr. Rudy Catur Rohman Kusmayadi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterima delegasinya. Ia juga menegaskan kesiapan Universitas Al Qolam untuk membangun kolaborasi yang lebih erat. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan PKS yang secara resmi mengukuhkan kerja sama kedua fakultas.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa kepada kami dari UIN Syekh Wasil Kediri. Kami tidak menyangka akan disambut sehangat ini,” ujar Bapak Rudy.

Usai sesi formal, kegiatan dilanjutkan dengan studi banding kelembagaan yang melibatkan jajaran dosen dari kedua fakultas. Diskusi difokuskan pada pengembangan kurikulum, strategi riset kolaboratif, serta tata kelola fakultas dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi Islam. Forum ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk berbagi pengalaman, memperluas sudut pandang, dan merumuskan peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.

Secara bersamaan, di ruangan yang berbeda, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) kedua universitas juga menggelar studi banding organisasi. Diskusi tersebut mencakup pemaparan program kerja (proker) periode 2025–2026, pertukaran pengalaman dalam mengelola organisasi, serta pencarian solusi atas berbagai tantangan yang kerap dihadapi.

Diposkan di Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *