Pimpinan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Malang bersama Pengurus Teras RMI NU Malang menggelar pertemuan perdana pada Selasa, 11 April 2017, bertempat di Ruang Meeting Rektorat IIQ Malang. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut pertama setelah kedua lembaga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).
Wakil Rektor I IIQ Malang, Abdurrahman Said, menjelaskan bahwa kerja sama dengan RMI NU Malang diarahkan untuk mendukung Program Santrilogy Research and Development (R&D). Pada bidang riset, kolaborasi difokuskan pada kegiatan survei dan pemetaan, hingga publikasi nilai-nilai luhur, karya, serta khazanah keilmuan komunitas santri. Adapun pada bidang pengembangan (development), kerja sama ini bertujuan mendorong revitalisasi, bahkan reinvensi, pesantren dan kaum santri agar mampu bersaing di tingkat global, melalui perluasan program affirmative action bagi santri.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat membentuk lembaga khusus sebagai penopang pelaksanaan program di atas. Lembaga tersebut selanjutnya diberi nama “Pesantren Center”.
