Malang – Pembahasan mengenai Desa Maslahah tampaknya tak pernah benar-benar selesai. Setiap diskusi selalu memunculkan temuan baru yang memperkaya dan memperluas bangunan konsep Desa Maslahah.
Pada Minggu, 4 Mei 2025, Universitas Al-Qolam Malang menggelar forum diskusi bertajuk ’Bincang Maslahah’. Acara tersebut menghadirkan Dr. Nadhir Salahuddin, Dr. Yunus, dan Dr. Yahya, serta dihadiri jajaran pimpinan kampus mulai dari Yayasan, Rektorat, Dekanat, hingga para dosen.
Forum yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.30 WIB itu melahirkan sejumlah temuan dan inovasi baru dalam penerapan Gerakan Desa Maslahah. Gerakan yang diinisiasi Universitas Al-Qolam Malang ini merupakan wujud pengabdian dan komitmen kampus dalam mendorong pembangunan desa yang lebih bermaslahat.

Diskusi ini merupakan forum pembahasan dan telaah bersama terhadap Konsep Desa Maslahah. Bukan kali pertama forum semacam ini digelar; sepanjang proses penyusunan konsep, berbagai model forum telah dijalankan sebagai sarana uji coba sekaligus pembanding gagasan.
Sebagai pembuka, Ketua LP3M, Ahmad Atho’ Lukman Hakim, M.Sc., yang juga menjadi inisiator Gerakan Desa Maslahah, memaparkan makna konsep maslahah, cara penerapannya, serta capaian yang telah dihasilkan.
Jalannya diskusi kian berkembang ketika Dr. Nadhir Salahuddin dari UIN Sunan Ampel Surabaya, pakar Community Based Research, memberikan tanggapan atas konsep Desa Maslahah milik Universitas Al-Qolam Malang. Pembahasan berlanjut melalui pertanyaan-pertanyaan dari peserta lain, termasuk Prof. Dr. Fauzan Zenrif, M.Ag., akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus perwakilan yayasan Universitas Al-Qolam Malang.

Dr. Nadhir Salahuddin bersama timnya banyak berbagi pengalaman dari kegiatan riset dan pengabdian yang dilakukan langsung di lapangan. Salah satu catatan penting yang disampaikannya sejalan dengan semangat Gerakan Desa Maslahah: potensi desa sasaran dapat digali dan dikembangkan tidak hanya melalui temuan-temuan negatif, tetapi juga melalui temuan positif berupa potensi yang dimiliki desa tersebut.
Forum ditutup pukul 14.30 WIB dengan sesi refleksi, di mana setiap peserta menyampaikan harapan dan pesan untuk keberlanjutan Gerakan Desa Maslahah. Salah satunya disampaikan oleh Fahrurrozi, M.Pd., mewakili unsur dosen.
Dr. Nadhir Salahuddin beserta tim berharap dapat diselenggarakan forum lanjutan dalam beberapa pekan ke depan untuk membahas aspek implementasi Gerakan Desa Maslahah di lapangan.
Penulis: Fitriyah Mahdali, M.Pd
Editor: Muhammad Ulil Albab, S.H
