Malang – Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Al Qolam Malang menyelenggarakan forum diskusi terbuka yang melibatkan 37 peserta dari kalangan dosen, staf, dan mahasiswa. Kegiatan bertema “Desa Maslahah: SDGs New Developmentalism?” ini digelar pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Laboratorium Terpadu Universitas Al Qolam Malang. Ahmad Atho’ Lukman Hakim, M.Sc., selaku Ketua LP3M sekaligus ketua tim penggagas gerakan desa maslahah, tampil sebagai pemateri utama.
Forum terbuka ini dirancang untuk membekali para akademisi dengan pemahaman yang komprehensif sekaligus mendorong semangat mereka menjadi penggerak dalam gerakan desa maslahah. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya kesejahteraan di berbagai desa. Gerakan ini bertumpu pada sejumlah pihak yang memiliki pengaruh sebagai agen perubahan, di antaranya Universitas Al Qolam Malang, Nahdlatul Ulama, perangkat desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Gerakan desa maslahah difokuskan pada dua elemen utama. Pertama, penguatan masyarakat sipil melalui peningkatan prakarsa publik yang terkonsolidasi, dengan memperkuat musyawarah sebagai mekanisme pengambilan keputusan demi kepentingan bersama. Kedua, cita-cita publik yang dirumuskan dalam kerangka *maqashid syariah*. Gagasan tersebut perlu diselaraskan dengan kebijakan pemerintah, termasuk UU Desa dan regulasi terkait lainnya, serta disertai telaah kritis terhadap indikator SDGs Desa dengan penambahan indikator hasil pengembangan dari konsep *maqashid syariah*.
Gerakan yang digagas Universitas Al Qolam Malang ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Riset dijadikan landasan data untuk mengidentifikasi potensi desa yang dapat dikembangkan maupun persoalan desa yang perlu segera dituntaskan. Selama beberapa tahun terakhir, universitas telah mengembangkan konsep tersebut, dengan mahasiswa KKN dan kegiatan pengabdian dosen sebagai garda terdepan pelaksanaannya.
