Malang – Universitas Al-Qolam Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan tinggi Islam dengan menerima kunjungan studi banding dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Gresik pada Rabu (18/12). Kunjungan tersebut diarahkan untuk saling berbagi pengalaman, gagasan inovatif, serta praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi.
Rombongan STAI Ihyaul Ulum Gresik dipimpin langsung oleh Ketua STAI, H. Ubaidillah, S.Ag, M.Pd.I, dan diterima dengan hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Al-Qolam Malang. Dari pihak tuan rumah, hadir Wakil Rektor 1, Ahmad Beadie Busyroel Basyar, M.Pd.I, bersama Wakil Rektor 2, Muhammad Hasbulloh Huda, M.Ag, yang mewakili Rektor Universitas Al-Qolam. Turut hadir pula sejumlah pimpinan fakultas dan program studi, yang menunjukkan komitmen serius kedua institusi dalam membangun kerja sama.

Dalam sambutannya, Ahmad Beadie Busyroel Basyar, M.Pd.I, memberikan apresiasi atas kehadiran STAI Ihyaul Ulum Gresik. “Pertemuan ini merupakan momentum yang baik untuk saling belajar dan bertukar gagasan guna memperkuat tata kelola perguruan tinggi. Universitas Al-Qolam Malang siap membagikan pengalaman dalam strategi manajemen akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi digital kampus,” ungkapnya.
Senada dengan itu, H. Ubaidillah, S.Ag, M.Pd.I, menilai kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam memperkaya wawasan manajemen kampus. “Universitas Al-Qolam kami pandang sebagai teladan yang menginspirasi dalam membangun kampus berlandaskan nilai-nilai Islam yang modern dan kompetitif di tingkat global. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi kemajuan kedua institusi,” tuturnya.
Diskusi yang berjalan hangat dan produktif mencakup beragam topik, mulai dari inovasi kurikulum, pengelolaan keuangan, hingga penguatan kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Delegasi STAI Ihyaul Ulum Gresik juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas unggulan Universitas Al-Qolam, di antaranya laboratorium terpadu, perpustakaan berbasis teknologi, dan pusat pengembangan digital dan komputer. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga turut menjadi pintu awal bagi kerja sama yang berkelanjutan di masa mendatang.

Menutup rangkaian acara, Muhammad Hasbulloh Huda, M.Ag, menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi titik awal kerja sama yang lebih konkret. “Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, baik di bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia,” tegasnya, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
