Kepala Perpustakaan Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam, Farida Faska, turut berpartisipasi dalam kegiatan Pengembangan Kepustakawanan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Riss Malioboro, Yogyakarta, pada Selasa hingga Kamis (21-23/6/2022).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kependidikan, khususnya para pustakawan di lingkungan PTKIS.
Direktur Diktis, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasubdit Ketenagaan, Ruchman Basori, menegaskan bahwa pustakawan merupakan unsur krusial dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi, sehingga menjadi salah satu sasaran utama program pengembangan tenaga kependidikan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kapasitas serta kualitas pengetahuan dan keterampilan kepustakawanan dapat meningkat, terutama dalam menghadapi era digital yang kian berkembang.
“Mengembangkan perpustakaan di PTKIS memang bukan perkara mudah. Namun, dengan kerja keras, semangat yang tinggi, dibekali pengetahuan yang memadai serta dukungan anggaran, pengembangan tersebut tetap dapat terwujud,” ujar Suyitno, sebagaimana dikutip dari laman Diktis Kemenag RI, Selasa (21/6/2022).
Guru Besar UIN Palembang tersebut juga menekankan pentingnya pemutakhiran pemahaman dan keterampilan pustakawan seiring perkembangan teknologi informasi serta problematika dan tantangan perguruan tinggi, khususnya yang dihadapi generasi milenial.
Ruchman Basori memaparkan bahwa saat ini terdapat 326 pustakawan di PTKIN yang tersebar di 58 perguruan tinggi, dengan rincian 5 orang berpendidikan S3, 113 orang S2, 181 orang S1, dan 25 orang lulusan Diploma. Dari jumlah tersebut, 35 orang tergolong pustakawan terampil, sedangkan 291 orang berada pada kategori ahli, yang meliputi jenjang Pertama, Muda, Madya, dan Pratama.
“Secara bertahap, kami akan menata pustakawan di PTKIS, mulai dari peningkatan kapasitas, jenjang karier, hingga hak atas tunjangannya,” tutur Ruchman Basori.
Sementara itu, Farida Faska menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi dorongan tersendiri untuk terus mengembangkan kepustakawanan. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan memotivasi kami untuk terus berbenah serta berubah ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut pihaknya memperoleh pengalaman dan wawasan baru seputar informasi terkini di bidang kepustakawanan. “Ke depan, kami berharap ilmu ini dapat diterapkan di Perpustakaan Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam,” harapnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 pustakawan dari berbagai PTKIS.
