LP3M IAI Al-Qolam tengah menyiapkan konsep baru bernama Praktik Kerja Lapangan Integratif (PKLI) guna melengkapi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Konsep ini menggabungkan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi satu wadah yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pengabdiannya. Langkah tersebut diambil mengingat pandemi Covid-19 hingga kini masih menjadi persoalan besar yang dihadapi masyarakat luas.
Tema “filantropi” dipilih sebagai upaya mencari alternatif solusi bagi persoalan kedaulatan pangan, yang dinilai sangat mendesak untuk ditangani. Persoalan ini berdampak pada perubahan sosial, ekonomi, hingga cara pandang masyarakat. Tema filantropi kemudian dipadukan dengan gagasan “keagamaan”, dengan melibatkan lembaga-lembaga ibadah sebagai bagian dari partisipasi aktif dalam menjawab tantangan di masa pandemi.
Sebagai institusi, IAI Al-Qolam memiliki LP3M yang berperan sebagai garda terdepan dalam pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, rumusan konsep PKLI berbasis “filantropi keagamaan” yang disusun LP3M dinilai perlu ditindaklanjuti menjadi program pengabdian yang nyata.
Untuk itu, LP3M bersama pimpinan, dekan, dan program studi di lingkungan IAI Al-Qolam menggelar rapat guna mempertegas arah konsep PKLI ke depan. Hasil rapat tersebut menetapkan tema tersebut sebagai prinsip dasar pelaksanaan pengabdian masyarakat.
Sejumlah prinsip dasar dalam PKLI antara lain: (a) mahasiswa berperan aktif di daerah asal masing-masing; (b) mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan; (c) hasil pengabdian yang dilakukan mahasiswa menjadi bahan rujukan bagi kampus dalam merumuskan solusi, baik untuk persoalan yang sedang berkembang maupun yang akan datang; (d) mahasiswa menjadi perpanjangan tangan kampus dalam menginternalisasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan; dan (e) menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa filantropi keagamaan, yang meliputi masjid, musala, majelis taklim, dan perkumpulan keagamaan lainnya, merupakan ruang penanaman nilai keagamaan yang tidak hanya bersifat I’tiqady, tetapi juga dinamis.
